
Hey,
Gwa punya review buku bagus nih, walaupun gak up-to-date, tetapi tetep rame, review na aku copy dari satu web di internet, nih reviewnya.
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/09/hib01.html
Siapa pun tidak akan percaya bila ada seorang gadis kecil berusia sekitar enam tahun seperti Lucy Pevensie (Georgie Henley), mengatakan bertemu dengan Tumnus, makhluk faun yang tinggal di sebuah negeri bernama Narnia. Tapi Narnia benar-benar ada, begitu pula Tumnus.
Wajar karena semua tampak tidak masuk akal. Begitu pula Peter (William Moseley), Edmund (Skandar Keynes), dan Susan (Anna Popplewell), ketiga kakak Lucy. Mereka tengah berada di bawah kekuasaan seorang Penyihir Putih jahat bernama Jadis (Tilda Swinton) dan Narnia butuh bantuan Lucy dan saudara-saudaranya. Tak ada yang berani melawan Jadis, sedikit saja berkhianat kepadanya, si pengkhianat itu akan dikutuk menjadi es.
Sebuah ramalan mengatakan, Jadis hanya akan dijatuhkan oleh empat manusia yang bersaudara. Oleh sebab itu, ia memerintahkan penduduk Narnia menyerahkan semua manusia yang memasuki Narnia.
Semuanya bermula di sini, ketika sedang bermain petak umpet bersama ketiga saudaranya, tanpa sengaja ia memasuki lemari tua. Di belakang lemari itulah Narnia. Pertama kali datang, ia bertemu dengan Timnus yang baik hati. Kedua kali datang, Edmund mengikutinya. Edmund berjumpa langsung dengan Jadis. Jadis yang merasa terancam akan kehadiran Edmund, apalagi mengetahui Edmund empat bersaudara, langsung memintanya membawa ketiga saudaranya yang lain dengan janji Edmund akan dijadikannya Raja Narnia kelak.
Seperti anak-anak pada umumnya, Edmund menerimanya. Apalagi Jadis menjanjikan Peter, abangnya, akan dijadikan pelayan Edmund. Karakter Edmund di sini begitu wajar sebagai anak-anak. Edmund memang tidak menyukai Peter karena abangnya itu selalu bersikap seolah sang pemimpin. Hal yang membuat Edmund mendendam, Peter bersikap sangat keras kepadanya.
Kesempatan Edmund datang ketika mereka dikejar-kejar Profesor, orang yang memberi tumpangan kepada mereka selama mengungsi dari London selama Perang Dunia II, setelah memecahkan kaca rumah. Dalam sekejap, mereka memasuki lemari itu dan sampailah di Narnia. Tapi Lucy yang lebih banyak tahu mengenai Narnia tidak mudah dibohongi. Mereka akhirnya tidak pernah sampai kepada Ratu, justru mereka bertemu dengan sepasang berang-berang yang membawa mereka kepada Aslan, pemimpin kelompok pemberontak yang begitu baik hati. Sementara itu, Edmund yang begitu tertarik pada tawaran Jadis untuk menjadi raja mendatangi Jadis. Malang, Edmund ditawan di kerajaan es itu.
Itulah awal mula terjadinya peperangan besar di Narnia antara pasukan Jadis dengan pasukan pemberontak yang dipimpin Aslan. Peter, Susan, dan Lucy bergabung dengan Aslan. Aslan memiliki kepentingan membebaskan Narnia dari Jadis, sementara Peter dan saudara-saudaranya memiliki kepentingan menyelamatkan Edmund. Namun, Peter dan saudara-saudaranya itu juga berniat menolong Aslan membebaskan Narnia.
0 komentar: